Hibah dan Wasiat sebagai Instrumen Pengalihan Harta: Tinjauan Yuridis dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam
Keywords:
Gifts; Wills; Compilation of Islamic LawAbstract
Gifts and wills constitute property-transfer instruments in Islamic family law with distinct legal characteristics, particularly regarding the timing of transfer, limitations on disposition, heirs’ consent, and their relationship with inheritance. This study aims to analyze and compare the regulation of gifts and wills as property-transfer instruments from the perspective of the Compilation of Islamic Law. The study employs legal certainty theory, distributive justice theory, and maqāṣid al-sharīʿah to explain the balance between the property owner’s intentions, recipient protection, and heirs’ rights. This research applies a normative legal method using statutory and conceptual approaches through literature review, purposive selection of legal materials, and qualitative juridical analysis. The findings show that gifts take effect during the donor’s lifetime, whereas wills take effect after the testator’s death, resulting in different legal consequences concerning ownership, the one-third limitation, heirs’ consent, and revocability. These regulations reflect the Compilation of Islamic Law’s effort to maintain legal certainty, justice, and protection of the parties’ rights.
Hibah dan wasiat merupakan instrumen pengalihan harta dalam hukum keluarga Islam yang memiliki karakter hukum berbeda, terutama pada waktu berlakunya peralihan hak, batas pemberian, persetujuan ahli waris, dan hubungannya dengan harta warisan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pengaturan hibah dan wasiat sebagai instrumen pengalihan harta dalam perspektif Kompilasi Hukum Islam. Kajian menggunakan teori kepastian hukum, keadilan distributif, dan maqāṣid al-sharīʿah untuk menjelaskan keseimbangan antara kehendak pemilik harta, perlindungan penerima, dan hak ahli waris. Penelitian menerapkan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui studi kepustakaan, pemilihan bahan hukum secara purposive, serta analisis yuridis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hibah berlaku ketika pemberi masih hidup, sedangkan wasiat berlaku setelah pewasiat meninggal dunia, sehingga keduanya menimbulkan akibat hukum berbeda terhadap kepemilikan, batas sepertiga, persetujuan ahli waris, dan penarikan kembali. Pengaturan tersebut memperlihatkan upaya KHI menjaga kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan hak para pihak.
Downloads
References
Alexy, R. (2015). Legal certainty and correctness. Ratio Juris, 28(4), 441–451. https://doi.org/10.1111/raju.12096
Ali, A. M. (2026, June 3). Wasiat, hibah, dan wakaf dalam perspektif fiqih dan Kompilasi Hukum Islam. Majelis Ulama Indonesia.
Aristotle. (2014). Nicomachean ethics (R. Crisp, Trans. & Ed., 2nd ed.). Cambridge, England: Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9781139600514
Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. London, England: International Institute of Islamic Thought.
Badan Pembinaan Hukum Nasional. (2026, March 31). Pengalihan tanah dan rumah milik janda tanpa anak kepada keponakan melalui wasiat atau hibah. Jakarta, Indonesia: Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Hakim, M. L. (2024). Between hibah and waṣiat wājibah for non-Muslims: Expansive legal interpretations by Indonesian religious judges in inheritance cases. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 17(2), 147–166. https://doi.org/10.14421/ahwal.2024.17201
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2024). Direktori putusan perdata agama tahun 2024. Jakarta, Indonesia: Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2025). Putusan Pengadilan Tinggi Agama Bengkulu Nomor 3/Pdt.G/2025/PTA.Bn. Jakarta, Indonesia: Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2026a). Direktori putusan perdata agama tahun 2026. Jakarta, Indonesia: Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2026b). Direktori putusan perdata agama. Jakarta, Indonesia: Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum (Edisi revisi, Cet. ke-13). Jakarta, Indonesia: Kencana.
Republik Indonesia. (1991). Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam. Jakarta, Indonesia: Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Roziqi, A., Ramadhan, M. R. S., Prayogi, A., & Falah, F. (2025). Institutional ijtihād and socio-legal adaptation: The formulation of waṣiyah wājibah in Indonesia’s Compilation of Islamic Law. Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, 59(1), 1–18. https://doi.org/10.14421/ajish.v59i1.1517
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat (Ed. ke-1, Cet. ke-17). Jakarta, Indonesia: Rajawali Pers.
Suhibbullah, Shesa, L., & Dibul, A. (2026). Keabsahan hibah kepada anak angkat yang melampaui sepertiga harta dalam perspektif hukum Islam. Kartika: Jurnal Studi Keislaman, 6(3), 4971–4983. https://doi.org/10.59240/kjsk.v6i3.1191
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








