Kedudukan Ahli Waris Pengganti dalam Kompilasi Hukum Islam Perspektif Asas Keadilan Berimbang

Authors

  • Muhammad Naufal Nada Silma Universitas Palangkaraya, Indonesia
  • Rastra Nana Mahardika Universitas Palangkaraya, Indonesia
  • Nopiana Panjaitan Universitas Palangkaraya, Indonesia
  • Armin Pawakkari Universitas Palangkaraya, Indonesia
  • Syamhudian Noor Universitas Palangkaraya, Indonesia

Keywords:

Substitute Heirs; Compilation of Islamic Law; Balanced Justice

Abstract

Inheritance cases before Indonesia’s religious courts, combined with uncertainty concerning substitution, exclusion, and share limits, underscore the urgency of clarifying substitute heirs under the Compilation of Islamic Law. This study analyzes the construction of substitute-heir status and evaluates the application of balanced justice under Article 185. Its theoretical framework draws on Hazairin’s mawālī concept, the hijab-mahjub doctrine, and Aristotelian distributive justice to assess proportional protection of inheritance rights. Using normative legal research, the study applies statutory and conceptual approaches, literature and document review, purposive selection of legal materials, and qualitative-prescriptive analysis. The findings show that substitution applies to children of heirs who predecease the decedent, subject to Article 173, while their shares may not exceed those of heirs equivalent to the substituted person. Balanced justice operates through recognition of status, limitation of shares, and adjustment to each heir configuration, although uncertainties concerning exclusion and substitution degrees require clearer implementation guidelines.

Tingginya perkara kewarisan di peradilan agama serta ketidakjelasan hubungan penggantian kedudukan, hijab, dan batas bagian menunjukkan urgensi penataan ahli waris pengganti dalam Kompilasi Hukum Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi kedudukan ahli waris pengganti dan mengevaluasi penerapan asas keadilan berimbang berdasarkan Pasal 185 KHI. Kajian bertumpu pada konsep mawālī Hazairin, teori hijab-mahjub, dan keadilan distributif Aristoteles untuk menilai proporsionalitas perlindungan hak. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, studi kepustakaan serta dokumen, purposive sampling bahan hukum, dan analisis kualitatif-preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian berlaku bagi anak dari ahli waris yang meninggal lebih dahulu, dengan pengecualian Pasal 173 KHI, sedangkan bagiannya tidak boleh melebihi bagian ahli waris sederajat dengan pihak yang digantikan. Keadilan berimbang terwujud melalui pengakuan kedudukan, pembatasan bagian, dan penyesuaian terhadap konfigurasi ahli waris, tetapi ketidakjelasan mengenai hijab dan derajat penggantian masih memerlukan pedoman penerapan yang lebih rinci guna menjamin konsistensi dan kepastian hukum pembagian warisan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abubakar, A. Y. (1998). Ahli waris sepertalian darah: Kajian perbandingan terhadap penalaran Hazairin dan penalaran fikih mazhab. Jakarta, Indonesia: INIS.

Abu Zahrah, M. (2001). Hukum waris menurut Imam Ja’far Shadiq (M. Alkaf, Trans.). Jakarta, Indonesia: Lentera Basritama.

Ali, M. D. (2011). Hukum Islam: Pengantar ilmu hukum dan tata hukum Islam di Indonesia. Jakarta, Indonesia: Rajawali Pers.

Almubarrok, I. (2018). Ahli waris pengganti: Studi Pasal 185 Kompilasi Hukum Islam. An-Nawa: Jurnal Studi Islam, 2(2), 34–44. https://doi.org/10.37758/annawa.v2i2.118

Al Wafi, A. R., Nashrullah, M. F., Halim, H. A., Wahyudi, M. A., & Ghifary, A. N. (2025). Rethinking substitute heirs: Reforming Indonesia’s inheritance system amid the absence of direct heirs. PETITA: Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Syariah, 10(2), 751–770. https://doi.org/10.22373/petita.v10i2.942

Al-Zuhaili, W. (1985). Al-fiqh al-Islami wa adillatuhu (2nd ed., Vols. 1–8). Damascus, Syria: Dar al-Fikr.

Aristotle. (2014). Nicomachean ethics (R. Crisp, Trans. & Ed., 2nd ed.). Cambridge, England: Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9781139600514

Fakhyadi, D. (2023). Ahli waris pengganti merusak tatanan hukum kewarisan Islam: Studi kritis terhadap Kompilasi Hukum Islam. El-Ahli: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(1), 84–101. https://doi.org/10.56874/el-ahli.v4i1.1197

Hajar, M. (2016). Asal usul dan implementasi ahli waris pengganti perspektif hukum Islam. Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, 50(1), 49–79. https://doi.org/10.14421/ajish.v50i1.164

Hazairin. (1982). Hukum kewarisan bilateral menurut Al-Qur’an dan Hadith (6th ed.). Jakarta, Indonesia: Tintamas.

Iman, R. Q. (2026, August 24). Dekonstruksi konsep ahli waris pengganti dalam Kompilasi Hukum Islam. Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama. Retrieved from https://badilag.mahkamahagung.go.id/artikel/dekonstruksi-konsep-ahli-waris-pengganti-dalam-kompilasi-hukum-islam-oleh-h-rifqi-qowiyul-iman-lc-m-si-24-8

Istiqlal, M., & Ardi. (2025). Nilai keadilan pembagian harta waris bagi ahli waris pengganti dalam hukum kewarisan Islam. Ukhuwah: Jurnal Ilmu Syariah, 1(2), 80–89. https://doi.org/10.33096/ukhuwah80

Kamil, S. I., & Kaharuddin. (2026). Substitute heirs in Islamic inheritance law: A comparative analysis of Shafi‘i faraid and the Compilation of Islamic Law (KHI). Al-Risalah: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum, 26(2), 2797–2821. https://doi.org/10.24252/al-risalah.v26i2.71303

Khalifah, M. T. A. A. (2005). Ahkam al-mawarith: Dirasah tatbiqiyah. Cairo, Egypt: Dar al-Salam.

Kompilasi hukum Islam di Indonesia. (1991). Jakarta, Indonesia: Direktorat Pembinaan Badan Peradilan Agama, Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Departemen Agama.

Lubis, Y. T. (2022). Tinjauan hukum terhadap ahli waris pengganti atau “bij plaatsvervulling” menurut Kompilasi Hukum Islam dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum (JIMHUM), 2(2), 1–10. Retrieved from https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/3537370

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2015). Surat Edaran Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015 tentang pemberlakuan rumusan hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2015 sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi pengadilan. Retrieved from https://jdih.mahkamahagung.go.id/legal-product/sema-nomor-3-tahun-2015/detail

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2026). Laporan tahunan Mahkamah Agung tahun 2025. Jakarta, Indonesia: Author. Retrieved from https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/id/publikasi/laporan-tahunan/2875-laporan-tahunan-mahkamah-agung-tahun-2025

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum (Rev. ed.). Jakarta, Indonesia: Kencana.

Muhibbulloh, M. Z., & Majid, A. (2022). Perspektif maqasid al-shari’ah terhadap ahli waris pengganti: Studi Putusan Nomor 0478/Pdt.G/2014/PA.Mr. di PA Mojokerto. Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah, 3(2), 219–240. https://doi.org/10.52431/minhaj.v3i2.2609

Pongoliu, H. (2012). Wujud keadilan dalam sistem hukum kewarisan Islam. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 6(2), 177–190. https://doi.org/10.24090/mnh.v6i2.597

Republik Indonesia. (1991). Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tentang penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam. Retrieved from https://peraturan.bpk.go.id/Details/293351/inpres-no-1-tahun-1991

Ritonga, R., Putra, D., & Hamid, A. (2022). Teori dan praktek hijab-mahjub dalam kewarisan Islam menurut konsep syajarotul mirats. Tahkim: Jurnal Peradaban dan Hukum Islam, 5(1), 21–42. https://doi.org/10.29313/tahkim.v5i1.9437

Saniah, N., & Harahap, T. M. (2025). The application of substitute heirs in Indonesian Islamic inheritance law: The interplay of fiqh, customary law, and civil law. Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan, 12(2), 589–611. https://doi.org/10.32505/qadha.v12i2.11736

Sarmadi, A. S. (2013). Ahli waris pengganti Pasal 185 KHI dalam perspektif maqasid al-syari’ah. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 7(1), 65–76. https://doi.org/10.24090/mnh.v7i1.577

Subekti, R., & Tjitrosudibio, R. (n.d.). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jakarta, Indonesia: Pradnya Paramita.

Syarif, N. (2023, April 13). Interpretasi kedudukan dan bagian ahli waris pengganti. Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama. Retrieved from https://badilag.mahkamahagung.go.id/artikel/interpretasi-kedudukan-dan-bagian-ahli-waris-pengganti-oleh-nurman-syarif-s-h-i-m-s-i

Syarifuddin, A. (2008). Hukum kewarisan Islam. Jakarta, Indonesia: Kencana Prenada Media Group.

Downloads

Published

04-10-2026

How to Cite

Silma, M. N. N. ., Mahardika, R. N. ., Panjaitan, N. ., Pawakkari, A. ., & Noor, S. . (2026). Kedudukan Ahli Waris Pengganti dalam Kompilasi Hukum Islam Perspektif Asas Keadilan Berimbang. Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial, 24(2). Retrieved from https://www.jurnaldialektika.com/index.php/piani/article/view/1210